corat-coret penaku..
Belajar menulis sepenggal kisah Asia.
Informasi
ini aku dapat dari sebuah buku, yang aku pinjam dari temanku.
Aku suka
sekali membaca berbagai buku, tapi aku tak banyak uang untuk membelinya…. L meskipun demikian, aku masih bisa membaca dengan
berbagai cara, seperti meminjam buku di
perpustakaan, membaca di toko buku, dan meminjam ke teman-teman. Aku masih
ingat betul motifasi kawanku di jejaring social twitter, menyemangatiku untuk
selalu membaca .
“Bacalah
buku walau harus meminjam, siapa tahu disitu ada "harta karun" yang
... kau cari".
Kebiasaan
lain yang sering ku lakukan, yaitu aku suka banget baca buku di toko buku,
terutama Gramedia, di Bintaro Plaza. Hampir setiap minggu aku berkunjung ke
sana. Hal yang membuat aku tak bosan-bosannya bolak-balik ke Gramedia adalah di
sana aku bisa mendapatkan pengetahuan terkini dengan membaca buku-buku baru,
yang gratis, dan dengan ruangan super nyaman.
Banyak
kisah suka-duka yang bermula dari keisenganku bermain ke Gramedia. Kisah yang
paling memalukan dan takkan pernah ku lupakan seumur hidup, aku pernah diusir
satpam Gramedia. Waktu itu, aku terlalu asyik di pojok Gramedia dengan buku
bacaanku, berlinangan air mataku mengikuti alur cerita novel yang sedang ku
baca. Hilir-mudik orang-orang berjalan di depanku, dengan muka bengong ngliatin
aku. Aku tak menghiraukan mereka, aku terlalu khusyu’ membayangkan lembar demi
lembar alur novel tersebut, seandainya tokoh utamanya adalah aku. Upsss….. :O
ternyata dari kejauhan, pak satpam mulai terusik dengan pemandangan ini.
lama-kelamaan pak satpam menghampiriku dan menegurku. Semenjak kejadian itu,
aku sekarang lebih tertib, membaca pada tempat yang disediakan. J
Berawal
dari Gramedia pulalah, aku dipertemukan dengan orang hebat yang menginspirasiku
untuk mewujudkan cita-citaku go internasional. Ka Utha namanya, sosok istri
sholihah yang masih muda dengan karya-karyanya yang mengharumkan nama bangsa.
Panjang-lebar kita share bersama. Banyak pelajaran dan hikmah yang dapat aku
ambil, mendengar penuturan kisah hidup ka Utha. Aku turut bahagia, saat ka Utha
cerita, ‘Alhamdulillah kaka tahun ini lolos beasiswa studi ke London, kaka
tunggu adek nyusul ke sana ya!!’. Singkat cerita, karena waktu tak
memungkinkan kita untuk terus berlama-lama di Gramedia yang mau tutup, kita
saling tukar nomor Hp. Kisah-kisah yang tak kalah seru lainnya, akan di
tuangkan ke dalam satu bab tersendiri.
Hobiku
membaca ini, diturunkan oleh orang tuaku sejak aku masih kecil. Aku lahir di
sebuah kampong, perbatasan antara kota Jember-Lumajang, Jawa Timur, Indonesia.
Kamis,
5 September 1991… ya, tepat pada hari, tanggal, dan
tahun itu, mataku terbuka menatap indahnya cakrawala dunia. Betapa bahagia
semua sanak saudara, tetangga sekitar, dan khususnya kakakku mendengar berita
kelahiranku. Seminggu semenjak aku terlahir, rumamhku takpernah sepi, setiap
malam gema salawat meramaikan rumahku.
Kakakku
sekarang tak lagi kesepian menjalani hari-harinya. Setiap pulang sekolah, ada
aku yang menemaninya bermain. Umurku dan kakakku selang 6 tahun. Waktu itu,
kakakku baru menginjak bangku kelas 1 MI (setingkat SD), saat aku berusia
setahun.

.jpg)


Komentar
Posting Komentar