PENGANTAR ALAM PIKIR MANUSIA DAN PERKEMBANGANNYA
Pertemuan Pertama
PENGANTAR ALAM PIKIR MANUSIA DAN PERKEMBANGANNYA
A.
PENGERTIAN ILMU DAN ILMU
PENGETAHUAN
Science (sains) menunjukan pada
bidang umum alamiah, yaitu suatu istilah yang menimbulkan daya tarik
menginterpretasi lebih dekat melalui penelitian. Ruang lingkup kealaman disini meliput “zat dan energi” baik yang terdapat dalam benda hidup
maupun benda mati. Jadi dunia kealaman adalah
dunia zat (yaitu meliputi atom, molekul, senyawa, dan dunia dari segala sesuatu
yang mempunyai massa dan menempati ruangan). Science adalah ilmu pengetahuan yang sangat dinamis dan selalu
mengalami perubahan dan perkembangan secara continue.
Science (bahasa Inggris)
berasal dari bahasa Latin “scientia” yang berarti pengetahuan. Namun pengertian ini
terlalu luas dalam penggunaan sehari-hari. Science
merupakan pengetahuan yang tersusun secara sistematis, tidak terdiri dari
semua kumpulan pengetahuan yang terisolasi, namun terdiri atas kumpulan
pengetahuan yang terorganisir secara sistematis.
Berdasarkan
pernyataan-pernyataan itu dan evaluasi terhadap asal kata science, para ahli merumuskan definisi science
secara operasional sebagai berikut:
1. FISHER
menyatakan science adalah
kumpulan pengetahuan yang diperoleh dengan menggunakan metode-metode yang
berdasarkan observasi.
2. CARIN menyatakan
bahwa science adalah suatu kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematis, yang didalam penggunaannya
secara umum terbatas pada gejala-gejala alam.
3.
WIGNER seorang ahli fisika
mendefinisikan science sebagai
gudang/penyimpan pengetahuan tentang gejala-gejala alam.
Berdasarkan ketiga definisi di atas
dapat disimpulkan bahwa selaras dengan asal kata scientia, tetapi lebih menunjukan kekhususan (spesifik) pada pengamatan gejala-gejala alam dengan menggunakan metode-metode ilmiah.
1.
T.H.HUXLEY, mengatakan science
adalah pikiran sehat yang diorganisir. Definisi ini melukiskan :kewajaran dan
kemasuk akalan” (rasionalitas)
pengetahuan ilmiah sehingga dapat membantu melenyapkan beberapa ilmu sihir dan
hal-hal yang tidak masuk akal.
2.
BUBE, mengemukakan bahwa science
adalah pengetahuan tentang dunia kealaman
yang diperoleh dari interaksi indera dengan dunia tersebut. Berdasarkan
definisi ini menyangkut dua hal:
a.
Observasi
gejala-gejala alam melalui pikiran dan indera seseorang.
b. Proses observasi
menyangkut dua jalur interaksi antara
pengamat dan yang diobservasi (obyek)
3. CONANT,
menyatakan science adalah rangkaian konsep-konsep yang saling
berhubungan dan bagan-bagan konsep yang telah berkembang sebagai suatu hasil hasil eksperimen dan observasi lebih lanjut.
4. BENYAMIN.
Seorang ahli filsafat menyatakan science adalah “mode of inquiry” yang berusaha untuk mencapai pengetahuan tentang
dunia dengan menggunakan metode, hipotesis, yang telah ditetapkan
terhadap apa yang diberi didalam observasi.
5. DAMPIER,
seorang ahli science mengatakan science adalah pengetahuan-pengetahuan
tentang gejala-gejala alam yang teratur dan studi
rasional tentang hubungan-hubungan antara konsep-konsep yang mana
gejala-gejala itu dinyatakan.
Definisi menunjukan
bahwa science tidak hanya merupakan
pengetahuan yang teratur, tetapi juga merupakan studi rasional, yaitu merupakan keselarasan diri
yang bertalian dengan intelektual.
1. WEAVER,
seorang ahli matematika menyatakan science
adalah suatu cara untuk memecahkan problem-problem
(tidak semua problem) tetapi problem-problem dimana faktor-faktor lebih berpengaruh
bergantung pada hukum-hukum dasar logika, dan biasanya ciri kuantitatif. Science bukan teknologi dan bukan
alat-alat teknik. Selanjutnya ia mengemukakan “Science bukan merupakan seorang diktator
yang angkuh di dalam gelanggang kehidupan, tetapi lebih merupakan seorang
sahabat dalam filsafat, kesenian, agama, dan dalam pendekatan-pendekatan
alternatif lain terhadap kenyataaan.”
2. BRONOWSKI,
mengemukakan science adalah
organisasi pengetahuan kita dalam suatu cara yang sedemikian rupa, dimana science memiliki lebih banyak potensi
tersembunyi di alam. Definisi ini menekankan pada proses organisasi dan pada
keyakinan atau kepercayaan bahwa kemajuan/ perkembangan itu dimungkinkan karena adanya lebih banyak potensi
tersembunyi di alam dari pada apa yang telah diketahui.
Seseorang yang
mempelajari science (IPA) kan segera
menyadari bahwa ia menemukan “window to
the world”. Suatu gejala alam terdiri atas problem-problem yang dipecahkan
dengan metode ilmiah. Dalam menghadapi problem-problem tersebut akan menimbulkan
kesadaran untuk menemukan konsep-konsep pengertian pemecahan problem yang
membantu dalam mengembangkan ketrampilan intelektual, sikap ilmiah, dan
metode ilmiah. Proses perkembangan kesadaran ini adalah perkembangan mental
yang dimulai dari kurang/ tidak mengerti
sampai menjadi mengerti (lack of
understanding to understanding).
B.
ALAM PIKIR MANUSIA DAN
PERKEMBANGANNYA
1.
Hakikat Manusia Dan Rasa
Keingintahuan
a.
Individu/Manusia
Sikap-sikap dasar manusia individual
1) Auguste Comte melihat bahwa perilaku individu tidak meru-pakan
cerminan dari perilaku kelompok atau masyarakat. Individu tidak merupakan
unit/satuan masyarakat.
2) Perbedaan individu dengan kelompok, itu lebih disebabkan oleh
adanya kecenderungan pembawaan dari individu tersebut atau karena instink,
yaitu; Egoistic instinc (instink
terhadap dirinya sendiri), dan Altruistic
instinc (instink terhadap orang lain).
b.
Keluarga
1) Keluarga merupakan kelompok yang terbentuk melalui instink dan
daya tarik alamiah.
2) Keluarga merupakan dasar dari kepribadian manusia dan basis
semangat sosial.
3) Keluarga yang menjadi jembatan antara egoistic dan altruistic.
Keluarga merupakan kebutuhan hidup masyarakat.
4) Jika keadaan keluarga tidak stabil maka akan terjadi
disorganisasi sosial
c.
Masyarakat
1) Masyarakat diumpamakannya seperti organisme.
2) Dalam masyarakat ada saling ketergantungan pada setiap manusia.
3) Hubungan timbal balik antar keluarga adalah inti dari interaksi
dari masyarakat.
Jadi masyarakat adalah:
a) Suatu kerjasama hubungan-hubungan yang saling memiliki ketergantungan
yang terjadi tidak di atas landasan instinc/daya tarik ilmiah, akan tetapi atas
landasan pembagian pekerjaan,
b) Masyarakat adalah laksana organisme di dalam pengertian umum,
c) Batas-batas dari masyarakat adalah kemanusiaan itu sendiri.
d.
Negara
Masyarakat yang semakin komplek akan
menciptakan pembagian kerja. Agar pembagian kerja dapat berjalan dengan baik,
maka perlu institusi yang mengatur.
1) Institusi tersebut adalah negara.
2) Fungsi negara adalah menjaga kesatuan sosial melalui suatu
kelompok politik.
3) Sistem yang mengatur adalah Pemerintahan.
4) Negara hanya bertugas mengawasi dan mengatur.
2.
PANDANGAN COMTE TENTANG MASYARAKAT
Menurut Comte masyarakat
harus diteliti dengan menyelidikinya atas dasar fakta-fakta yang obyektif dan
dia juga menekankan pentingnya penelitian-penelitian perbandingan antara
berbagai mayarakat yang berlainan.
Herbert Spencer
menekankan bahwa ilmu sosiologi harus menyoroti hubungan timbal balik
antara unsur-unsur masyarakat seperti ;
Pengaruh norma-norma atas
kehidupan keluarga, hubungan antara lembaga-lembaga politik dengan
lembaga-lembaga keagamaan. Dimana, Unsur-unsur dari masyarakat tadi mempunyai
hubungan yang tetap dan harmonis, serta merupakan suatu integrasi.
Manusia sebagai unit sosial. Manusia sebagai individu bebas tetapi
terikat. Manusia dipengaruhi oleh lembaga-lembaga yang berada disekitar manusia
tersebut, seperti: lembaga keluarga, dll.
Manusia pada dasarnya
mempunyai rasa takut untuk mati, sehingga diperlukan agama.
Hubungan sebab akibat antara individu dan masyarakat
merupakan hubungan timbal balik. Dimana individu dapat mempengaruhi
masyarakat dan sebaliknya masyarakat dapat mempengaruhi individu.
3.
MASYARAKAT INDUSTRI
o
Aktivitas masyarakat tidak
lagi dikendalikan negara, tetapi oleh dirinya sendiri.
o
Kerjasama yang dilakukan
sudah sukarela, karena merasa butuh orang lain.
o
Keseimbangan
kepentingan-kepentingan dijaga oleh hukum.
o
Adanya saling
ketergantungan dalam anggota masyarakat karena spesialiasi fungsi.
o
Hubungan saling ketergantungan
(differensiasi dan spe-sialisasi) akan mengarahkan pada masyarakat yang damai
karena adanya kompromi.
4.
HUKUM MENURUT DURKHEIM
·
Hukum merupakan refleksi
dari pada solidaritas sosial dalam masyarakat.
·
Hukum adalah kaidah-kaidah
yang bersanksi yang berat ringannya ter-gantung pada sifat pelanggaran,
anggapan-anggapan serta keyakinan masyarakat tentang baik-buruknya
suatu tindakan.
·
Di dalam masyarakat
terdapat dua macam sanksi kaidah-kaidah hukum yaitu;
o
Sanksi yang refresif (hukum
pidana), dan
o
Sanksi yang restitutif
(hukum perdata, hukum dagang, hukum acara, hukum administrasi dan hukum tata
negara setelah dikurangi dengan unsur-unsur pidananya)
5.
Tahap-Tahap Perkembangan Pikiran Manusia
a. Tahap Teologis
Tingkat pemikiran
manusia bahwa benda-benda di dunia ini semuanya berjiwa dan disebabkan oleh
suatu kekuatan yang berada diatas manusia.
Tahap Teologis dibagi menjadi 3
sub-ordinat, yaitu:
o
Fetishism/Animisme; gejala
yang terjadi karena kekuatan gaib/supernatural.
o
Polytheisme; gejala yang
terjadi karena adanya kekuatan para dewa.
o
Monotheism; gejala yang
terjadi karena adanya satu Tuhan.
b. Tahap Metafisis
§
Pada tahap ini, manusia
masih percaya bahwa gejal-gejala didunia ini disebabkan oleh kekuatan-kekuatan
yang berada diatas manusia.
§
Manusia belum berusaha
untuk mencari sebab-sebab dan akibat-akibat gejala-gejala tersebut.
c.
TAHAP POSITIF
§
Tahap dimana manusia telah
sanggup untuk berfikir secara ilmiah, dan pada tahap ini ilmu pengetahuan
berkembang.
Pertemuan Kedua
PERKEMBANGAN ALAM PIKIRAN MANUSIA
1.
Manusia sebagai HOMO SAPIENS :
Homo Sapiens adalah mahluk yang berpikir sehingga merupakan mahluk
yang cerdas dan bijaksana. Dengan
daya pikirnya manusia dapat berpikir apakah yang sebaiknya dilakukan pada masa
sekarang atau masa yang akan datang berdasar kan pertimbangan masa lalu yang merupakan
pengalaman. Pemikiran yang sifatnya abstrak merupakan salah satu wujud budaya
manusia yang kemudian diikuti wujud budaya lain, berupa tindakan atau perilaku,
ataupun kemampuan mengerjakan suatu tindakan.
2.
Manusia sebagai HOMO FABER:
Homo Faber : artinya manusia dapat membuat alat-alat dan
mempergunakannya atau disebut sebagai manusia kerja dengan salah satu tindakan
atau wujud budayanya berupa barang buatan manusia (artifact). Manusia menciptakan alat-alat karena menyadari kemampuan
inderanya terbatas, sehingga diupayakan membuat peralatan sebagai sarana
pembantu untuk mencapai tujuan. Misalnya, karena indera matanya tidak mampu
melihat angkasa luar atau mahluk kecil-kecil maka diciptakan teropong bintang
dan mikroskop, karena terbatasnya kekuatan fisik maka diciptakannya roda
sebagai sarana utama keretauntuk mengangkut barang-barang berat.
3.
Manusia sebagai HOMO LONGUENS:
Homo Longuens: adalah manusia dapat berbicara sehingga apa yang
menjadi pemikiran dalam otaknya dapat disampaikan melalui bahasa kepada manusia
lain. Bahasa sebagai ekspresi dalam tingkat biasa adalah bahasa lisan. Antara
suku bangsa dengan suku bangsa lain terdapat perbedaan bahasa. Di tingkat
bangsa, perbedaan bahasa tersebut akan semakin jauh. Perbedaan lebih tinggi
diwujudkan dalam tulisan sehingga sebuah pemikiran dapat diterima oleh bangsa
atau generasi bangsa lain (bila tahu mengartikannya).
4.
Manusia sebagiai HOMO SOCIUS:
Manusia sebagai Homo Socius artinya manusia dapat hidup bermasyarakat,
bukan bergerombol seperti binatang yang hanya mengenal hukum rimba, yaitu yang
kuat yang berkuasa. Manusia bermasyarakat diatur dengan tata tertib demi
kepentingan bersama. Dalam masyarakat manusia terjadi tindakan tolong-menolong.
Dengan tindakan itu, walaupun fisiknya relatif lemah, tetapi dengan kemampuan
nalar yang panjang tujuan-tujuan bermasyarakat dapat dicapai.
5.
Manusia sebahai HOMO
AECCONOMICUS :
Artinya manusia dapat
mangadakan usaha atas dasar perhitungan ekonomi (Homo Aeconomicus). Salah satu
prinsip dalam hukum ekonomi adalah, bahwa semua kegiatan harus atas dasar
untung-rugi, untung apabila input lebih besar daripada output, rugi sebaliknya.
Dalam tingkat sederhana manusia mencukupi kebutuhannya sendiri, kemudian atas
dasar jasa maka dikembangkan sistem pasar sehingga hasil produksinya dijual di
pasaran. Makin luas pemasaran barang makin banyak diperoleh keuntungan. Salah
satu usaha meningkatkan produktivitas kerja dapat dijalankan dengan
mempergunakan teknologi modern sehingga dapat ditingkatkan produktivitas kerja
manusia.
6.
Manusia sebagai HOMO
RELIGIUS:
Artinya manusia menyadari
adanya kekauatan ghaib yang memiliki kemampuan lebih hebat daripada kemampuan
manusia, sehingga menjadikan manusia berkepercayaan atau beragama. Dalam tahap
awal lahir animisme, dinamisme, dan totenisme yang sekarang dikategorikan
sebagai kepercayaan, kadang-kadang dikatakan sebagai agama alami. Kemusian
lahirlah kepercayaan yang disebut sebagai agama samawi yang percaya kepada
Tuhan Yang Maha Esa, percaya kepada nabiNya, dan kitab suciNya yang
dipergunakan sebagai pedoman.
7.
Manusia sebagai HOMO HUMANUS
dan HOMO AESTETICUS:
Artinya manusia berbudaya,
sedangkan homo aesteticus artinya manusia yang tahu akan keindahan. Dari
perbedaan-perbedaan yang sedemikian banyak makin nyata bahwa manusia memang
memilki sifat-sifat yang unik yang jauh berbeda dari pada hewan apalagi
tumbuhan. Sehingga manusia tidak dapat disamakan dengan binatang atau tumbuhan.
Rasa ingin tahu
manusia (curiosity) selalu berkembang
karena pikiran manusia berkembang dari waktu kewaktu, rasa ingin tahunya atau
pengetahuannya selalu bertambah sehingga terjadi timbunan pengetahuan . Jadi
pengetahuannya tidak idle, sedemikian rupa terjadilah perkembangan akal manusia
sehingga justru daya pikirnya lebih berperan dari pada fisiknya. Dengan akal
tersebut manusia memenuhi tujuan hidupnya disamping untuk melestarikan hidup
untuk memenuhi kepuasan hidup serta juga untuk mencapai cita-cita.
Manusia selalu ingin tahu
dalam hal apa sesungguhnya yang ada (know what), bagaimana sesuatu terjadi
(know how), dan mengapa demikian (know why) terhadap segala hal. Orang tidak
puas apabila yang ingin diketahui tidak terjawab. Keingintahuan manusia tidak
terbatas pada keadaan diri manusia sendiri atau keadaan sekelilingnya, tetapi terhadap
semua hal yang ada di alam fana ini bahkan terhadap hal-hal yang ghaib.
Ø Tingkat hubungan manusia dengan alam:
Pertama adalah
manusia yang masih sangat tergantung dengan alam, sehingga ada kesan bahwa ia
adalah bagian dari alam. Manusia dalam tingkat demikian disebut sebagai manusia
alam (natural man). Yang hidupnya
bergantung pada pemberian alam (food
gathering). Segala keperluan hidupnya dipenuhi dengan jalan meramu untuk
memenuhi kebutuhan primernya, berupa sandang, papan, dan pangan. Manusia alam
masih menganut apa yang disebut sebagai agama alam animisme, dinamisme, aau
totenisme.
Kedua, adalah manusia
yang sudah menguasai alam, sehingga ada kesan manusia sebagai raja dunia.
Manusia pada tingkat demikian disebut sebagai manusia budaya (cultural man) yang hidupnya dilakukan
dengan cara menghasilkan apa yang dibutuhkan (food producing). Pada awalnya food producing masih berkaitan dengan
alam, seperti bercocok tanam, memelihara ternak, yang merupakan tingkat primer.
Kemudian diusahakan jasa sebagai sumber kehidupan yang lebih banyak hasilnya
dan merupakan tingkat sekunder dalam food producing. Manusia juga dikenal
sebagai pencipta kedua (second creator).
Banyak hal yang ada dalam alam berubah karena kemampuan manusia mencipta.
Rasa ingin tahu manusia
berasal dari ingin mengenal dirinya sendiri, yang akhirnya disadari bahwa
dirinya terdiri atas dua unsur yaitu rohani dan jasmani. Roh diketahui ada
dalam tubuh manusia berdasarkan pengalaman dan pengertian tentang mimpi serta
kenyataan bahwa orang akan meninggal dan tubuh akan membusuk. Manusia percaya
bahwa Roh akan abadi.
Perkembangan selanjutnya
adalah keingintahuan manusia pada alam sekitarnya. Dengan kemampuan bahasa
manusia berkomunikasi dan bertukar pengalaman tentang segala hal yang ada di
alam serta kegunaannya bagi manusia. Meskipun demikian manusia masih mempunyai
keterbatasan misalnya keterbatasan manusia dalam melihat, mendengar, berpikir
dan merasakan. Untuk itulah manusia berusaha menciptakan alat yang dapat
membantu mengatsi keterbatasan tersebut. Dengan peralatan tersebut, memang
dapat mengetahui apa yang terkandung di dalam alam, tetapi sebagian besar masih
merupakan teka-teki.
Mitos dan mitologi, mitos adalah cerita rakyat yang
dibuat-buat atau dongeng yang ada kaitanya dengan kejadian, gejala yang
terdapat di alam, seperti tokoh, pelangi, petir, gempa bumi, dan manusia
perkasa. Cerita tersebut dimaksudkan untuk menjawab keterbatasan pengetahuan
manusia tentang alam. Mitologi
berarti pengetahuan tentang mitos. Mitologi merupakan kumpulan cerita-cerita
mitos, banyak muncul pada zaman prasejarah, yang disampaikan dari mulut kemulut
atau secra lisan. Secara garis besar mitologi dapat dibedakan menjadi tiga
macam, mitos sebenarnya, cerita rakyat dan legenda.
Mitos sebenarnya adalah
manusia dengan imajinasinya berusaha secara sungguh-sungguh menrangkan gejala
alam yang ada, namun usahanya belum dapat tepat karena kurang memiliki
pengetahuan sehingga untuk bagian tersebut orang mengaitkannya dengan seorang
tokoh, dewa, atau dewi.
Ø Tujuan manusia menciptakan MITOS :
karena pada saat itu
penduduk masih dalam tingkat mistis peradabannya. Mereka percaya akan adanya
kekuatan-kekuatan gaib yang melebihi kekuatan manusia biasa. Dalam zaman
demikianlah, mitos dipercayai kebenarannya karena beberapa faktor.
Pertama, karena
keterbatsan pengetahuan manusia
Kedua, karena
keterbatsan penalaran manusia
Ketiga, karena
keingintahuan manusia untuk sementara telah terpenuhi. Telah dikemukakan bahwa
kebenaran memang harus dapat diterima oleh akal, tetapi sebagian lagi dapat
diterima secara intuisi, yaitu penerimaan atas dasar kata hati tentang sesuatu
itu benar. Kata hati yang irasional dalam kehidupan masyarakat awam sudah dapat
diterima sebagai suatu kebenaran (pseudo
science), kebenaran dan hasaratnya ingin tahu sudah terpenuhi,paling tidak
untuk sementara waktu.
Manusia berpikir rasional:
Rasional adalah menerima
sesuatu atas dasar kebenaran pikiran atau rasio. Pham tersebut bersumber pada
akal manusia yang diolah dalam otak. Dengan berpikir rasional, manusia dapat
meletakkan hubungan dari apa yang telah diketahui dan yang sedang dihadapi.
Kemampuan manusia mempergunakan daya akalnya disebut inteligensi, sehingga
dapat disebutkan adanya manusia yang mempunyai intelegensinya rendah,, normal
dan tinggi. Dalam perkembangan sejarah manusia, terdapat kesan bahwa pada
mulanya perasaan manusialah yang lebih berperan dalam kehidupannya, sehingga
timbul kepercaayaan atau agama dan rasa sosial. Dengan makin banyaknya
persoalan yang harus dihadapi, manusia makin banyak mempergunakan akalnya dan
kurang mementingkan perasaan.
Ø Cara manusia memperolah pengetahuan pada zaman
dulu,
Yaitu dengan mengandalkan
perasaan daripada kebenaran pikiran antara lain dengan prasangka, intuisi, dan
main coba-coba.
Memperoleh pengetahuan
dengan prasangka berati sebelum menyangka, dengan belum terjadinya sesuatu
secara pasti orang dapat menyangka bahwa sesuatu hal ada kemungkinan benar.
Sangkaan masih banyak mempergunakan perasaan daripada pikiran dan belum ada
bukti-bukti kebenarannya. Sebagai contoh, dugaan orang Babilonia tenatang
terjadinya hujan yang menyangka bahwa hujan turun dari langit karena atap dunia
(langit) yang bocor.
- Memperoleh pengetahuan
dengan intuisi,
Intuisi adalah pandangan
bathiniah tanpa urutan pikiran, dengan serta merta pandangan tersebut tembus
mengenai suatu peristiwa atau kebenaran atau dapat disebut ilham. Intuisi tanpa
diiringi proses berpikir sebelumnya, sering dalam keadaan setengah sadar,
samar-samar, namun tiba-tiba dan pasti memunculkan suatu keyakinan yang tepat.
Unsur kepastian intuisi mirip insting dan pengertian terhadap kebenaran perlu
prasangka sendiri. Biasanya wanita mempunyai logika berpikir intuitif yang
dadapt diterima oleh akal namun belum tentu benar.
- Memperoleh pengetahuan
dengan trial dan error,
Trial dan error adalah cara
memperoleh pengetahuan dengan coba-coba dan berharap-harap, mudah-mudahan dapat
memperoleh hasil yang mendatangkan keuntungan. Cara ini jauh lebih maju
dibandingkan kedua cara diatas walaupun sering salah, namun orang sudah
melakukan percobaan seperti dalam metode ilmiah. Hanya karena kurang
penegertian dan pengalaman, orang melaukan coba-coba, biasanya diawali dengan
penemuan-penemuan yang diperoleh secara kebetulan.
- Memperoleh pengetahuan melalui wahyu,
Pengetahuan yang diperoleh manusia
melalui wahyu merupakan pengetahuan kebenaran yang berasal dari Tuhan yang
kebenarannya bersifat mutlak. Pengetahuan tersebut diberikan Tuhan melalui para
utusannya (Nabi, Rasul, Utusan Tuhan)
dengan wahyu. Kebenaran pengetahuan tersebut merupakan keyakinan
(kepercayaan) yang harus ditaati dan dilaksanakan sesuai dengan wahyu yang merupakan petunjuk
bagi umat manusia.
- Memperoleh pengetahuan dengan metode,
Untuk mendapatkan pengetahuan yang kebenarannya
dapat diandalkan harus melalui cara-cara yang langkah-langkahnya teratur,
terkontrol dan teruji. Langkah tersebut harus didasarkan pada sikap dan metode
ilmiah. Metode ilmiah merupakan ciri khas dari ilmu pengetahuan alam, yaitu
dalam memperoleh suatu kebenaran
ilmiah yang dimulai dari merumuskan
masalah, merumuskan hipotesis, menguji hipotesis dan menari kesimpulan.
- LOGIKA DAN PENGETAHUAN
Logika dalah pengetahuan
dan kecakapan untuk berpikir dengan lurus, tepat dan sehat. Dalam mempergunakan
logika manusia mengenal logika kodratih dan logka ilmiah. Logika kodratiah
merupakan cara berpikir secara spontan dalam menanggapi atau memecahkan suatu
persoalan. Logika ilmiah dapat memperhalus dan mempertajam pikiran dan akal
budi, sehingga hasil pemikirannya dapat benar-benar lurus, tepat, dan sehat sehingga
terhindar dari kesesatan.
- ALAM, LOGIKA DAN
MANUSIA
Cara yang umum dipergunakan dalam logika
adalah silogisme
Silogisme adalah
pengambilan keputusan atau kebenaran yang disimpulkan dari dua premis. Dikenal
dua premis, yaitu mayor dan minor. Berdasarkan premis mayor orang memperoleh
kebenaran yang sifatnya umum, sedangkan dari premis minor seseorang memperoleh
kebenaran yang sidatnya khusus. Kedua kebenaran tersebut dapat ditarik sebuah
kesimpulan kebenaran. Contohnya :
Pemis mayor : Semua orang pasti akan mati;
Premis minor: Ahmad adalah orang;
Kesimpulan
: Ahmad pasti akan mati.
Pertemuan Ketiga
PERKEMBANGAN DAN PENGEMBANGAN IPA
- PANDANGAN MANUSIA
TERHADAP ALAM
Pandanagan Antroposentris;
Antroposentris (antropo=
manusia, sentris = pusat) adalah anggapan bahwa manusia menjadi pusat
segala-galanya.
Pandangan Geosentris;
Geosentris (geos=bumi)
adalah pandangan bahwa bumi menjadi pusat alam semesta dan semua benda langit
mengelilingi bumi, dikemukakan oleh Ptolomues (abad 6 SM), yang didukung oleh
Thales (624-548 SM)’ dia yang mengemukakan pedoman pelayaran bagi pelaut Yunani
dengan menentukan bintang kutub. Menemukan ada 4 musin dalam 1 tahun.
Anaximander (610-546 SM), mengemukakn bahwa langit berputar dengan poros
bintang kutub. Ilmuwan yang mendukung:
Phythagoras (580-500 SM),
terkenal dengan dalilnya segitiga siku-siku (Dalil Phytagoras, a2 =
b2 + c2 ) dan jumlah sudut segitiga adalah 180 derajat.
Erasthothenes (276-195 SM),
orang pertama yang menghitung ukuran bumi adalah bulat, dengan mengukur peredaran
matahari dari Seyne (Mesir) ke Iskandariah, dan ditekukan bahawa ukuran
keliling bumi adalah 36.000 km, sedikit meleset karena ukuran bumi sebenarnya
adalah 40.000 km.
Pandangan Heliosentris:
Helios=matahari, jadi
pandangan heliosentris adalah anggapan bahwa alam semesta berpusat pada
matahari. Pendapat ini merupakan perubahan drastis dari pendapat geosentris
sepeti yang dikemukakan Ptolomeus. Sampai sekarang paham ini masih bertahan sebagai salah satu kebenaran.
Ciri-Ciri Makhluk Hidup Seperti
Manusia, Hewan Dan Tumbuhan Syarat
Makhluk/Benda Hidup Biologi

Gambar 1. Sel Hewan

Gambar 2. Sel Tumbuhan
Ø Organisme
Dalam
biologi dan ekologi, organisme
(dalam bahasa Yunani organon yang berarti alat) adalah kumpulan molekul-molekul
yang saling mempengaruhi sedemikian sehingga berfungsi secara stabil dan memiliki
sifat hidup.
Istilah organisme kompleks mengacu pada organisme yang memiliki lebih
dari satu sel, seperti
manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan tingkat tinggi.
Ø
Ciri-ciri umum
Ciri-ciri
yang umum didapati pada banyak organisme adalah sebagai berikut: Memerlukan makanan ; Bernafas ; Bergerak ; Tumbuh ; Berkembang
biak ; Peka terhadap rangsang. Namun demikian, ciri-ciri tersebut tidaklah
universal. Mikroorganisme seperti misalnya bakteri tidaklah
bernafas, namun menggunakan jalur kimiawi lain. Banyak organisme yang tidak
mampu bergerak secara independen dan banyak organisme tidak dapat berkembang
biak, walaupun spesiesnya
mampu.
Ø Virus
Virus tidak
digolongkan sebagai organisme secara umum sebab virus tidak dapat berkembang
biak maupun melakukan metabolisme secara independen. Meskipun memiliki enzim dan
molekul-molekul yang menjadi ciri organisme hidup, virus tidak mampu bertahan
hidup di luar sel
inangnya, dan sebagian besar proses metabolisme virus membutuhkan inang beserta
perlengkapan genetiknya.
v Untuk dikatakan sebagai benda hidup, makhluk hidup
atau organisme bernyawa diperlukan pemenuhan ciri-ciri sebagai berikut di bawah
ini :
1. Terdapat Protoplasma
Protoplasma merupakan suatu
bagian yang terdiri atas bahan yang kompleks dan terlindung dengan baik.
Protoplasma biasa dikenal dengan sebutan sel. Berbeda dengan benda tak hidup
atau benda mati yang tidak memiliki protoplasma. Lihat saja batu atau komputer
yang tidak memiliki protoplasma atau sel, sehingga disebut dengan benda mati.
2. Mempunyai
Bentuk dan Ukuran
Makhluk hidup dapat
dikenali ciri khas yang menempel padanya dengan melihat bentuknya. Antara jenis
mahluk hidup yang satu dengan yang lain memiliki perbedaan baik dalam ukuran
maupun bentuknya. Tengok saja antara pohon jamblang dengan pohon teh, pasti
terlihat jelas bedanya.
3. Melakukan Aktivitas-Aktifitas
Kehidupan :
- Makan
Semua benda hidup membutuhkan asupan bahan makanan yang berasal dari luar tubuh untuk kemudian diproses menjadi energi atau tenaga bagi tubuh.
Semua benda hidup membutuhkan asupan bahan makanan yang berasal dari luar tubuh untuk kemudian diproses menjadi energi atau tenaga bagi tubuh.
- Tumbuh Dan Berkembang
Orang, Binatang dan Tumbuh-Tumbuhan ketika baru lahir atau tumbuh ukurannya akan lebih kecil dan biasanya akan berkembang menjadi lebih besar menyerupai induknya.
Orang, Binatang dan Tumbuh-Tumbuhan ketika baru lahir atau tumbuh ukurannya akan lebih kecil dan biasanya akan berkembang menjadi lebih besar menyerupai induknya.
- Berkembang Biak
Makhluk hidup yang tidak mampu berkembangbiak menghasilkan keturunan akan punah dan musnah di makan waktu. Oleh sebab itu makhluk hidup memiliki cara masing-masing untuk dapat memperbanyak diri untuk mempertahankan keberadaan di dunia.
Makhluk hidup yang tidak mampu berkembangbiak menghasilkan keturunan akan punah dan musnah di makan waktu. Oleh sebab itu makhluk hidup memiliki cara masing-masing untuk dapat memperbanyak diri untuk mempertahankan keberadaan di dunia.
- Melakukan Adaptasi
Semua makhluk hidup perlu melakukan penyesuain diri dengan fungsi
tubuh dan lingkungan sekitar ekosistem, habitat tempat tinggalnya untuk dapat
bertahan hidup dengan lebih baik dan mudah. Contohnya seperti hewan gurun yang tahan panas, bunglong bisa berubah
warna, dan lain sebagainya.
- Memiliki Sistem Transportasi
Untuk menyampaikan zat ke bagian-bagian yang membutuhkan.
Untuk menyampaikan zat ke bagian-bagian yang membutuhkan.
- Dapat Bergerak
Manusia dan hewan memerlukan kegiatan dengan menggerakkan anggota
tubuh untuk berbagai keperluan seperti jalan, makan, menggaruk, berkedip, dan
sebagainya. Untuk tumbuhan tidak semuanya dapat melakukan pergerakan. Kemampuan
untuk bereaksi terhadap rangsangan dari lingkungan disebut dengan istilah
iritabilita.
- Metabolisme
Metabolisme adalah aktifitas fisika atau kimia yang terjadi di dalam tubuh baik secara anabolisme maupun katabolisme.
Metabolisme adalah aktifitas fisika atau kimia yang terjadi di dalam tubuh baik secara anabolisme maupun katabolisme.
- Sistem Regulasi
Pengertian arti definisi sistem regulasi adalah aturan sistem yang ada di dalam tubuh makhluk hidup untuk dapat hidup seimbang, serasi dan selaras.
Pengertian arti definisi sistem regulasi adalah aturan sistem yang ada di dalam tubuh makhluk hidup untuk dapat hidup seimbang, serasi dan selaras.
Ø Perbedaan Karakteristik Antara Hewan dan Tumbuhan (Ciri-Ciri)
Berikut ini adalah perbedaan antara
tumbuh-tumbuhan / pohon dengan hewan secara umum yang meliputi berbagai bidang,
yaitu :
1. Cara Mendapatkan Makanan
- Hewan : Heterotrof
- Tumbuhan : Autotrof dan Heterotrof
- Hewan : Heterotrof
- Tumbuhan : Autotrof dan Heterotrof
2. Pigmen/Pigmentasi
- Hewan : Tidak memiliki klorofil
- Tumbuhan : Pada umumnya berklorofil
- Hewan : Tidak memiliki klorofil
- Tumbuhan : Pada umumnya berklorofil
3. Susunan Tubuh
- Hewan : Mempunyai susunan tubuh dan sejumlah tipe organ yang tetap
- Tumbuhan : Hidupnya menetap di suatu tempat dengan organ tubuh yang selalu berganti-ganti
- Hewan : Mempunyai susunan tubuh dan sejumlah tipe organ yang tetap
- Tumbuhan : Hidupnya menetap di suatu tempat dengan organ tubuh yang selalu berganti-ganti
4. Reaksi Terhadap Rangsangan
- Hewan : Peka dan memiliki sistem syaraf/saraf
- Tumbuhan : Kurang peka dan tidak mempunyai sistem syaraf / saraf
- Hewan : Peka dan memiliki sistem syaraf/saraf
- Tumbuhan : Kurang peka dan tidak mempunyai sistem syaraf / saraf
5. Pertumbuhan
- Hewan : Secara tertutup dengan ukuran dan bentuk yang relatif terbatas
- Tumbuhan : Ukuran dan bentuk mudah berubah dengan dipengaruhi kondisi lingkungan sekitar
- Hewan : Secara tertutup dengan ukuran dan bentuk yang relatif terbatas
- Tumbuhan : Ukuran dan bentuk mudah berubah dengan dipengaruhi kondisi lingkungan sekitar
6. Cairan Tubuh
- Hewan : Cairan tubuh kaya akan zat garam
- Tumbuhan : Cairan tubuh sedikit mengandung garam
- Hewan : Cairan tubuh kaya akan zat garam
- Tumbuhan : Cairan tubuh sedikit mengandung garam
7. Diferensiasi
- Hewan : Lebih berdiferensiasi dengan memiliki banyak organ tubuh
- Tumbuhan : Sedikit diferensiasi dengan sedikit organ tubuh
- Hewan : Lebih berdiferensiasi dengan memiliki banyak organ tubuh
- Tumbuhan : Sedikit diferensiasi dengan sedikit organ tubuh
8. Susunan Sel
- Hewan : Tidak memiliki dinding sel dengan vakuola yang kecil atau bahkan tidak memiliki vakuola
- Tumbuhan : vakuola besar dan memiliki dinding sel tebal pada sel-selnya.
- Hewan : Tidak memiliki dinding sel dengan vakuola yang kecil atau bahkan tidak memiliki vakuola
- Tumbuhan : vakuola besar dan memiliki dinding sel tebal pada sel-selnya.
Berbagai
kemungkinan kombinasi orang tua yang dapat menghasilkan keturunan dengan
golongan darah 0, A, B, AB

|
0
|
A
|
B
|
AB
|
||||
|
0
|
0
|
0 dan
A
|
0 dan
B
|
A dan
B
|
||||
|
A
|
0 dan
A
|
0 dan
A
|
0, A, B, AB
|
A, B, AB
|
||||
|
B
|
0 dan
B
|
0, A, B, AB
|
0 dan B
|
A, B,
AB
|
||||
|
AB
|
A dan
B
|
A, B,
AB
|
A, B,
AB
|
A, B,
AB
|


Komentar
Posting Komentar