belajar nerjemah 3
Anaالولد المسكين
الأمين
كان رجل من
الأشراف مارا فى أحد الشوارع فلقية ولد مسكين وطلب منه صدقة، فقال له الشريف: ليس
معى قطع صغيرة.
قال الولد
المسكين: أنا أصرف لك فأعطاه درهما من الفضة تخلصا من إلجاحه، وسار فى طريقه، فظنّ الولد أنه أععطاه إيه ليصرفه له، فمضى فصرفه، وعاد فلم يجده حيث
تركه، فلبث يتردد على ذلك المكان أيما حتى رآه مارّا فيه فتقدم إليه، وقدم إليه صرف الدرهم، فسر الشريف من
أمانته، ووضعه فى مدرسة، وتكفل بمصاريفه ونفقاته كلها.
وكان ذلك سبب
نجاحه وإسعاده.
anak laki-laki miskin yang jujur
Suatu hari ada lelaki terhormat melintasi salah satu
jalan. Di tengah perjalanan ia bertemu dengan anak laki-laki miskin yang
meminta sodakoh kepadanya.
‘maaf saya tidak punya uang receh’, kata tuan
itu.
‘saya yang akan menukarkan uang tuan!’ anak itu
menjawab.
Maka orang terhormat tadi memberikan uang dirham emas
sekedar untuk menghindar dari rengekan anak tersebut. Kemudian Tuan
kembali melanjutkan perjalanannya.
Anak itu mengira bahwa orang yang terhormat tadi
memberikan uang itu kepadanya untuk ditukarkan atas perintahnya. Lalu ia pergi
untuk menukarkan uang. Ketika si anak kembali lagi, tidak ditemukan tuan di
tempat tadi. Si anak tetap saja mondar mandir di tempat tersebut. Beberapa hari
kemudian dia melihat tuan dan segera menemuinya. Si anak mengembalikan kembali
uang yang telah ditukarkan.
Orang terhormat itu bahagia atas kejujurannya. Beliau
menyekolahkan menanggung akan semua biaya dan nafakohnya. Kejujurannyalah yang
menyebabkan anak itu sukses dan bahagia. 
Komentar
Posting Komentar