Mr. Gepeng*
Teringat masa- masa kecil dulu, saat yang menyenangkan, lugu, dan
polos. Ketika itu aku duduk dibangku Sekolah Dasar (SD) kelas II, setiap hari
masuk sekolah, aku orang yang selalu
izin ke kamar kecil untuk buang air kecil, tidak pernah absen untuk izin ke
kamar kecil karena pada saat itu sedang maraknya isu tentang yang manaya Mr
Gepeng, setiap aku pergi ke kamar mandi gak pernah sendiri selalu diantar sama
teman sebangku ku, Pipit namanya, Pipit
adalah sahabat aku di masa kecil kebetulan rumahnya dekat, sekolahnya pun
baremg sampe aku kelas 6 Sd.
Hari yang tak terlupakan oleh ku, Hari Selasa aku berpakaian merah
putih hari kedua sekolah tepatnya sehabis bel istirahat kurang lebih pukul
10.30 pada saat itu, giliran pelajaran B.Inggris yang gurunya pun besar
dan tinggi berkacamata Miss Siska namaya, gurunya sih enak tapi agak tegas dan
lumayan menakutkan dan akan memberi hukuman apabila ada murid yang tidak memperhatikan
pada saat pelajaran beliau, dan kebetulan hari itu aku belum minta izin ke kamar kecil karenasewaktu
istirahat aku makan dan minum maklum waktu itu aku gemuk dan suka jajan dan
karena rasa degdegan yang semakin kencang melihat bu guru, pada pelajaran itu rasa ingin pipis pun ada,
tapi, sebelum pelajaran bu guru sudah menyampaikan pesan dan sambil menurunkan
kacamatanya beliau berkata “ anak-
anak Ibu harap selama pelaran ini berlangsung gak ada yang meminta izin untuk
pergi ke kamar kecil, mengerti!!!!!!” karena bu guru bilang seperti itu, sudah tidak nyaman duduk
di bangku karena menahan ingin buang air kecil, gak kebayang pada saat itu
ekspresi mukaku seperti apa yang sedang menahan kebelet pipis dan rasa
ketakutan izin karena bu guru yang menakutkan keringat ku bercocoran tak
hentinya dan gak bebas bergerak karena takutnya pas aku berdiri tiba- tiba
pipis sungguh polos aku pada saat itu. Akhirnya, tanpa disadari rok ku udah basah seketika
ternyata aku “ ngompol” karena sudah gak kuat menahan pipis ditambah ketakutan,
heeee,,,,,,,,,,
Hal sangat memalukan karena merasa sangat malu karena ketauan sama
Ibu guru dan teman- temanku akhirnya, ku nangis perasaan yang campur aduk.
Akhirnya, karena tidak memungkinkan belajar dalam keadaan seperti itu ibuku
ditelpon untuk menjemput aku pulang dari sekolah malu banget rasanya tapi mau
bagaimana lagi dari pada menganggu teman-teman yang lainya heeee,,,,, itulah
hal yang paling lucu dalam hidupku dan selalu teringat apabila aku sedang
mengingat masa- masa kecil.
*penulis adalah mahasiswa tarjamah semester 5 asal Gunung Putri.
Komentar
Posting Komentar